Minggu, 28 Maret 2021

CATATAN PESAN DAN NASIHAT UNTUK ISTRI-ISTRI USTADZ DARI IBUNDA INDRA SUDARSIH SYUKRI ZARKASYI

CATATAN PESAN DAN NASIHAT IBUNDA INDRA SUDARSIH SYUKRY

(Istri Pimpinan Pondok Modern Gontor Ponorogo KH Abdullah Syukri Zarkasy, dalam rangka pertemuan dengan istri-istri ustadz (Guru MI/TPQ) Pondok Modern Tazakka Batang Jawa Tengah)

dicatat oleh: dr. Maftuhah Nurbeti, MPH

❤️Ketaatan pada suami adalah mutlak, segala sesuatu harus atas sepengetahuan dan seizin suami.

❤️Pak Syukri pernah menyampaikan kepada saya: "Apapun yang bisa kamu kerjakan, maka kerjakanlah!, namun kamu tetap disamping saya". Inilah yang mendasari saya kemudia merintis lembaga pendidikan PAS (Pendidikan Anak Sholeh).

❤️Istri Kiai dan ustadz harus siap menjadi "Istri Kedua", maksudnya adalah karena perhatian utama mereka adalah kepentingan pondok dan santri. Saya bahkan menjadi "istri ke-20" karena cabang Pondok Gontor saat itu sejumlah 19.

❤️Sekolah PAS didirikan awalnya tujuannya mengajarkan anak anak bisa membaca Al-Fatihah, kemudian berkembang kepada kompetensi yang lain.
Kepada anak-anak, wajib memberikan fondasi yg bagus tentang al-Quran dan pemahaman agama Islam secara benar.
Kaderisasi kepada anak anak kita dalam segala hal kebaikan adalah mutlak.
Al-Quran harus masuk kepada anak-anak kita sejak dini.

❤️Dalam rangka perjuangan untuk Pondok harus totalitas, harus beh behan(Jawa: seluru jiwa dan raga).
Semua yang dapat kita berikan untuk perjuangan dan Pondok, maka berikanlah.

❤️Perempuan sering disebut orang wingking (bagian belakang), namun sejatinya tugas dan fungsinya sangat kunci, utama dan menentukan.
Jika istri tidak memerankan fungsi dan tugasnya dengan baik, maka akan berdampak negatif dengan diri suami dan pergerakan dalam perjuangannya untuk Pondok.

❤️Pikirkan selalu semua apa yang menjadi kebutuhan suami, itu tugas kita sebagai pendamping suami.

❤️Bayangan (visualisasi) adalah doa, maka bayangkanlah yang indah-indah dan insya Allah akan mewujudkannya dalam kenyataan.

❤️Istri harus selalu on dan siaga 24 jam.

❤️Orientasi dari semua yang kita lakukan adalah kehidupan yang kekal setelah mati, dengan demikian maka akan lebih ringan dalam menjalaninya.

❤️Melakukan segala sesuatu harus all out dan kita manage dengan lillah.

❤️Dalam perjuangan, waktu 24 jam itu kurang, akan terasa nyaman dan enak ketika kita berfikir iki kanggo sangu mati.

❤️Jika kita punya banyak murid, maka insya Allah doa mereka maqbul semua.
Inilah yang menjadi pemikiran saya saat mendirikan lembaga pendidikan, saya iri kepada Pak Syukri yang banyak anak didiknya dan banyak yang mendoakan, saya juga ingin punya murid.

❤️Harus selalu semangat, tidak boleh nglokro. Umur kita terbatas, manfaatkan sebaik mungkin.

❤️Kalau belum punya sangu mati, maka kita itu miskin. Perbanyak menabung untuk akhirat kita.

❤️Hidup harus selalu bergerak dan menggerakkan.
Sebagai contoh: Saya menggerakkan infaq beras dari ibu-ibu, alhamdulillah mencapai ton-tonan, kita mengirimkannya kepada khayalak yang membutuhkan.

❤️Jangan berfikir kita nggak punya apa2, selama Allah berpihak pada kita, semuanya ada.Allah bisa membantu apapun tujuan kita.

❤️Seberapa kita bermimpi dan berdoa, insya allah akan mendapatkannya.

❤️ Selalu memanage apa yg akan dikerjakan utk esok hari. Pak Syukri dan saya selalu melakukannya, kami punya papan tulis white board yang setiap hari kami tulis hal hal yang akan kita kerjakan besok.
Saya misalnya bisa mengerjakan setiap hari 16 tugas dan Pak Syukri 24 tugas dalam sehari.
Kami catat lngkap dengan timing planningnya.
Dengan membuat planning kita menjadi bisa mengelola tugas dengan baik, bahkan selesai pada waktu yang lebih cepat dari yang kita alokasikan. Selesai dari satu pekerjaan, kita harus berpikir dengan pekerjaan lainnya.

❤️Mengelola setoran koperasi pelajar (kopel) jangan hanya berfikir keuntungan dan uangnya, lebih dari itu harus berpikir ikhlas dan menjadi lahan perjuangan dalam rangka ikut mendidik santri-santri. Itulah salah satu kontribusi istri asatidz kepada Pondok, rizki akan datang kepada kita dari yang tidak disangka-sangka.

❤️Kepada suami (asatidz), ceritakan yg indah2 saja, ini model komunikasi positif.
Suami kita sudah banyak dipikirkan dan dikerjakan di Pondok, maka hal-hal lain urusan rumah tangga kerjakanlah dengan penuh kemandirian, jangan menambah beban pikiran suami kita.
Sampaikan kepada suami: alhamdulillah saya sudah melakukan ini, saya bisa berhasil melakukan ini, saya sudah mencapai ini, alhamdulillah anak2 begini dll. Selalu bersykur dan memberikan yang positif kepada suami.

❤️Menikah dengan asatidz Pondok itu niatnya adalah berjuang, sehingga apapun bentuk dari pekerjaan kita adalah ibadah.
Jagalah suami, karena mereka adalah orang-orang yang sedang mendidik para santri untuk masa depan agama dan bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TIM VAKSINASI RS QIM KEMBALI VAKSIN 1042 LAGI WARGA BATANG

  Setelah sebelumnya dua kali dipercaya oleh KOSPIN JASA yang bekerja sama dengan HIPPINDO untuk menjadi tim pelayanan vaksinasi massal di K...